Tahun baru Islam 1 Muharram 1443

Alhamdulillah pada tahun ini ita berkesempatan untuk merasakan pergantian tahun hijriah atau tahun baru islam 1 Muharram  yang pada tahun ini bertepatan dengan hari Selasa 10 Agustus 2021, walaupun tak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena keadaan negeri kita sedang pandemi namun tahun baru ini akan kita lewati tentu dengan harapan-haraan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, bagi sebagian orang awal tahun ini adalah awal perencanaan untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan dan palning-planning lainnya.

             Kata Muharram artinya ‘dilarang’. Secara etimologis Muharam berarti bulan yang diutamakan dan dimuliakan. Makna bahasa ini memang tidak terlepas dari realitas empirik dan simbolik yang melekat pada bulan itu, karena Muharam sarat dengan berbagai peristiwa sejarah baik kenabian maupun kerasulan. Muharam dengan demikian merupakan momentum sejarah yang sarat makna. Disebut demikian karena berbagai peristiwa penting dalam proses sejarah terakumulasi dalam bulan itu. Bulan Muharram menurut Al-Qur‟an dan Hadits Muharram merupakan bulan pertama dalam sistem penanggalan kalender Hijriyah dan menjadi salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Sebagaimana Firman Allah SWT yang termaktub dalam Al-Qur‟an surah AtTaubah ayat 36 :

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

 

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. At-Taubah: 36).

            Atau sebagaimana yang juga dijelaskan dalam hadits Nabi SAW berikut ini :

 عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ 

            “Telah menceritakan kepada kami dari Muhammad dari Ibnu Abu Bakrah dari Abu Bakrah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu „alaihi wasallam beliau bersabda: Sesungguhnya zaman itu terus berputar sama seperti saat Allah menciptakan langit dan bumi. Didalam satu tahun ada dua belas bulan, didalamnya terdapat empat bulan haram (yang mulia), tiga diantaranya berturut-turut yakni Dzulqa‟dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab yang berada diantara Jumadil Akhir dan Sya‟ban.” (HR. Bukhari No. 1524).

            Keempat bulan tersebut secara khusus disebut sebagai bulan yang suci dan bulan yang istimewa, namun bukan berarti bulan-bulan yang lain tidak memiliki keutamaan atau tidak suci, karena masih ada bulan Ramadhan yang disebut sebagai bulan paling suci dalam satu tahun. Al-Hafiz Ibnu Kastir mengatakan “Ibnu Abbas berkata : “Bulan-bulan Allah tetapkan dalam setahun, kemudian Allah khususkan dari bulan-bulan tersebut empat bulan yang Allah menjadikan-Nya sebagai bulan-bulan yang mulia.

            Apabila seseorang melakukan dosa dibulan ini maka dosanya sangat besar begitu pula amal sholeh pahalanya lebih besar dibandingkan bulan bulan lainnya.” Ibnu ‟Abbas meriwayatkan dalam haditsnya, beliau mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci. Melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak. ” Qatadah, berkata : “Sesungguhnya perbuatan zalim dibulan-bulan tersebut sangat besar kesalahan dan dosanya dibandingkan perbuatan zalim dibulan-bulan lainnya. Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah, dengan disandarkan pada lafazh Allah. Bulan Muharram dan bulan Dzulhijjah merupakan bulan pembuka dan penutup dalam kalender Hijriyah sehingga dalam satu tahun dibuka dengan bulan suci dan ditutup dengan bulan suci. Adapun do’a akhir tahun yang sering dibaca sebelum menjelang maghrib pada tahun baru hijriah  adalah:

 اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

“Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da’autani ilat taubati min ba’di jara’ati ‘ala ma’shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirlî wa ma ‘amiltu fiha mimma tardha, wa wa’attani ‘alaihits tsawaba, fa’as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha’ raja’i minka ya karim.”

Artinya: “Ya Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini termasuk yang Engkau larang sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Engkau maklumi karena kemurahanMu sementara Engkau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Engkau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakaiMu. Karenanya aku memohon ampun kepadaMu, ampunilah aku. Ya Tuhanku, aku berharap Engkau menerima perbuatanku yang Engkau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahalaMu. Janganlah pupuskan harapanku, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

            Untuk do’a Awal tahun dibaca setelah maghrib, do’a tersebut berbunyi

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

“Allahumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fihi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.”

Artinya: “Ya Tuhanku, Engkau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karuniaMu yang besar dan kemurahanMu yang mulia, Engkau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepadaMu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolonganMu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. KepadaMu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmatMu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.

            Di bulan ini pula dianjurkan melaksanakan puasa sunah, puasa yang dianjurkan dibulan ini adalah puasa Tasu’a dan Asyura Puasa Tasu’a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram yang mana pada tahun ini bertepatan dengan tanggal 18 Agustus 2021. Sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram bertepatan dengan 19 Agustus 2021.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top